Sabtu, 14 April 2018

laporan praktikum teknologi sediaan cair suspensi


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Tujuan Percobaan
  • Mengetahui cara membuat formula sediaan suspensi, pengaruh bahan pembasah dan cara pengembangan bahan pensuspensi yang digunakan.
  • Mengetahui dan melihat pengaruh bahan suspensi alam dan semi sintetis tunggal dan campuran dalam suspensi dengan penambahan konsentrasi bahan pembasah yang paling baik dari hasil pengamatan praktikum suspense I.
  • Melihat pengaruh bahan pengental dan alat pengaduk dengan konsentrasi bahan pensuspensi serta konsentrasi bahan pembasah yang paling baik hasil pengamatan praktikum suspensi II.
  • Membuat suspense rekontruksi.

1.2 Landasan Teori
            Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung obat padat, tidak melarut dan terdispersi sempurna dalam cairan pembawa atau sediaan padat terdiri dari obat dalam bentuk sangat halus dengan atau tanpa zat tambahan yang akan terdispersikan sempurna dalam cairan pembawa yang telah ditetapkan. Yang pertama berupa suspensi jadi, yang kedua berupa serbuk suspensi yang harus disuspensikan lebih dahhulu sebelum digunakan (Formularium Nasional, 1978).
Syarat-syarat suspensi menurut Farmakope Edisi III yaitu zat harus halus dan tidak boleh cepat mengendap, jika dikocok perlahan endapan harus segera terdispersi kembali, kekentalan suspensi tidak boleh terlalu tinggi agar sediaan mudah dikocok dan dituang. Salah satu problem yang dihadapi dalam proses pembuatan suspensi adalah cara memperlambat penimbunan partikel serta menjaga homogenitas dari partikel. Cara tersebut merupakan salah satu tindakan untuk menjaga stabilitas suspensi. Beberapa faktor yang mempengaruhi stabilitas suspensi ialah:
1. Ukuran partikel
Semakin besar ukuran partikel makan semakin kecil luas penampangnya. Sedangkan semakin besar luas penampang partikel daya tekan keatas cairan akan semakin lambat gerakan partikel untuk mengendap. Artinya untuk memperlambat pengendapan maka bisa memperkecil ukuran partikel.
2. Kekentalan (Viskositas)
Semakin kental suatu cairan, kecepatan alirnya semakin kecil dan kecepatan mengendapnya menjadi lama. Hal ini dapat dibuktikan dengan hukum STOKES sebagai berikut:
Keterangan :    V         = kecepatan aliran
d          = diameter partikel
ρ          = BJ partikel
ρcairan = BJ cairan
g          = gravitasi
ɳ          = viskositas cairan
3. Jumlah partikel (Konsentrasi)
Semakin besar konsentrasi partikel semakin besar kemungkinan terjadinya endapan partikel dalam waktu yang singkat.

4. Sifat / muatan partikel
Bila partikel mengendap mereka akan mudah tersuspensi kembali dengan pengocokan yang ringan. Partikel yang mengendap ada kemungkinan dapat saling melekat oleh suatu kekuatan untuk membentuk agregat dan selanjutnya membentuk compacted cake dan peristiwa ini disebut cacking.
Suspending agent dapat dikelompokan menjadi dua yakni:
a. Bahan pensuspensi alam ada golongan gom (acasia, chondrus, tragacanth, alginat), dan golongan bukan gom (bentonite hectorite, veegum).
b. Bahan pensuspensi sintetis ada derivate selulosa (methosol, tylose, CMC, Na. CMC) dan golongan organic polimer (Carbophol 934).
Sistem pembentukan suspensi ada dua yaitu:
1. Sistem flokulasi
Dalam system flokulasi, partikel terflokulasi terikat lemah, cepat mengendap, pada penyimpanan tidak terjadi cake, dan mudah tersuspensi kembali.
2. Sistem deflokulasi
Dalam system deflokulasi, partikel mengendap perlahan dan akhirnya membentuk sedimen, dimana terjadi agregasi akhirnya terbentuk cake yang keras dan sukar tersuspensi kembali.
Penilaian stabilitas suspensi meliputi:
1. Volume sedimentasi
Salah satu syarat dari suatu suspensi adalah endapan yang terjadi harus mudah terdispersi dengan pengocokan ringan sehingga perlu dilakukan pengukuran volume sedimentasi.
2. Derajat flokulasi
Suatu rasio volume sedimen akhir dari suspensi flokulasi (Vu) terhadap volume sedimen akhir suspensi deflokulasi (VOC).
3. Metode rheology
Metode ini digunakan untuk membantu menentukan perilaku pengendapan dan pengaturan pembawa dan sifat yang menonjol mengenai susunan partikel dengan tujuan untuk perbandingan.
4. Perubahan ukuran partikel
Digunakan cara Freeze-thaw cycling yaitu suhu diturunkan sampai titik beku lalu dinaikkan sampai mencair kembali. Dengan cara ini dapat diliht pertumbuhan kristal dan dapat menunjukkan kemungkinan keadaan berikutnya setelah disimpan lama pada suhu kamar. Yang pokok yaitu menjaga tidak akan terjadi perubahan ukuran partikel, distribusi ukuranan sifat kristal.














BAB II
DATA PREFORMULASI
1.Sulfamerazin
Warna : Putih / Putih agak kekuningan
Rasa : Agak pahit
Bau : Tidak berbau / Hampir tidak berbau
Kelarutan : Sangat sukar larut dalam air. Dalam kloroform p dan agak sukar larut dalam etanol (90%) p, agak sukar larut aseton , mudah larut dalam asam mineral encer dan dalam larutan alkali hidroksida.
Titik leleh : ( 234o-239o )
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik dan terlindung dari cahaya
Khasiat : Antibakteri.
2. Tween 80
Pemerian                   : Cairan seperti minyak, jernih berwarna kuning mudahingga coklat muda, bau khas lemah, rasa pahit dan hangat.
Kelarutan                : Sangat mudah larut dalam air, larutan tidak berbau dan praktis tidak berwarna, larut dalam etanol, dalam etil asetat, tidak larut dalam minyak mineral.
Konsentrasi                 : 1-15%.
Stabilitas                : Stabil pada elektrolit dan asam lemah, dan basa. Berangsur-angsur akan tersaponiFarmakope Indonesiakasi dengan asam kuat dan basa.
OTT                             : Akan berubah warna atau mengendap dengan phenol, dan tannin.
Penyimpanan               : Dalam wadah tertutup baik, lindungi dari cahaya, ditempat sejuk dan kering.
3. CMC Na
Pemerian                     : Serbuk atau granul, putih sampai krem, higroskopis.
Kelarutan                    : Mudah terdispersi dalam air membentuk larutan koloida, tidak larut dalam etanol, eter, dan pelarut organik lain.
Stabilitas                     : Larutan stabil pada pH 2-10, pengendapan terjadi pada pH dibawah 2. Viskositas larutan berkurang dengan cepat jika pH diatas 10. Menunjukan viskositas dan stabilitas maksimum pada pH 7-9. Bisa disterilisasi dalam kondisi kering pada suhu 160 selama 1 jam, tapi terjadi pengurangan viskositas.
Penyimpanan              :  Dalam wadah tertutup rapat.
OTT                            : Inkompatibel dengan larutan asam kuat dan dengan larutan garam besi dan beberapa logam seperti aluminium, merkuri dan zink juga dengan gom xanthan; pengendapan terjadi pada pH dibawah 2 dan pada saat pencampuran dengan etanol 95%.; Membentuk kompleks dengan gelatin dan pektin.
Kegunaan                   : Suspending agent, bahan penolong tablet, peningkat viskositas.
Konsentrasi                : 3-6%
4. Sirup Simpleks
Pemerian              : Cairan jernih tidak berwarna
Pembuatan           : Larutkan 65 bagian sakarosa dalam larutan metal paraben 0,25% b/v secukupnya sehingga diperoleh 100 bagian sirup.
Kegunaan            : Pemanis, zat tambahan
Konsentrasi          : 20-60%
Penyimpanan       : Wadah tertutup rapat, ditempat sejuk.
5. Tragacant
Pemerian                    : Tidak berbau; mempunyai rasa tawar; seperti lender
Kelarutan                   : Agak sukar larut dalam air, tetapi mengembang menjadi
  masa homogen, lengket dan seperti gelatin

Viskositas                   : Viskositas meningkat jika suhu dan konsentrasi
  meningkat, dan menurun jika pH meningkat
Penyimpanan             : Dalam wadah tertutup baik.
Khasiat                       : Zat tambahan (emulgator alam)
OTT                            : Relatif untuk garam dengan konsentrasi tinggi dan sintesis  
  suspending agent seperti acacia, CMC, pati dan sukrosa
Stabilitas                     : Stabil
HLB                            : 13,2
6. Propilenglikol
Warna                             : Putih Bening
Rumus Molekul               : CH3CH(OH)CH2OH
Berat Molekul                 : 76, 09
Pemerian                         : Cairan kental, jernih,tidak berwarna ,rasa khas, praktis tidak berbau,     menyerap air pada udara lembab.
Kelarutan                        : Dapat bercampur dengan air, dengan aseton dan dengan kloroform, larut dalam eter dan beberapa minyak essensial tetapi tidak dapat bercampur dengan minyak lemak.
Bj                                      : 1,038 g/cm3
OTT                                 : Dengan zat pengoksidasi seperti Pottasium Permanganat
Konsentrasi                     : 10-25%
Stabilitas                         : Higroskopis dan harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, lindungi dari cahaya, ditempat dingin dan kering. Pada suhu yang tinggi akan teroksidasi menjadi propionaldehid asam laktat, asam piruvat& asam asetat. Stabil jika dicampur dengan etanol, gliserin, atau air.
Khasiat                            : Bersifat antimikroba, desinfektan, pelembab, plastisazer, pelarut,        stabilitas   untuk vitamin.
Penyimpanan                   : Disimpan dalam wadah tertutup  rapat, terlindung dari cahaya , sejuk dan kering.  
7Sorbitol 
RM                  : C66H14O6
BM                  : 182,17
Pemerian         : Serbuk, granul atau lempengan; higroskopis; warna putih rasa manis.
Kelarutan        : Sangat mudah larut dalam air; sukar larut dalam etanol, metanol dan asam asetat.
Konsentrasi     : 20 – 35%
Khasiat            : Pemanis.
Stabilitas         : Dapat bercampur dengan kebanyakan bahan tambahan, stabil di udara, keadaan dingin dan asam basa encer.
OTT                 : Ion logam divalent dan trivalent dalam asam kuat dan suasana basa.
Penyimpanan   : Wadah tertutup rapat


BAB II
METODE KERJA
2.1 Alat dan Bahan

Alat
1.      Batang pengaduk
2.      Beaker glass
3.      Botol kaca 100 ml
4.      Mortir
5.      Neraca analitik
6.      Perkamen
7.      Pipet tetes
Bahan
1.      Aquadest
2.      CMC
3.      Sorbitol
4.      Sulfamerazin
5.      Syrup simpleks
6.      propilenglikol
7.      Tragacant
8.      Tween 80


2.2 Cara Kerja
·         Disiapkan alat dan ditimbang bahan
·         Dikalibrasi botol 120 ml
·         Ditimbang masing-masing bahan
·         Dikembangkan masing-masing bahan pensuspensi dengan air panas
·         Digerus sulfamerazin sampai halus, kemudian ditambahkan sorbitol dan propilenglikol gerus sampai homogen
·         Ditambahkan tween 80 aduk sampai homogen
·         Dimasukan bahan pensuspensi yang telah dikembangkan sedikit demi sedikit, ditambahkan sedikit aquadest aduk sampai homogen
·         Ditambahkan essence secukupnya, aduk sampai homogen
·         Dimasukan kedalam botol, kemudian tambahkan aquadest sampai 120 ml

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN



















BAB V
KESIMPULAN

1.      Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung obat padat, tidak melarut dan terdispersi sempurna dalam cairan pembawa atau sediaan padat terdiri dari obat dalam bentuk sangat halus dengan atau tanpa zat tambahan yang akan terdispersikan sempurna dalam cairan pembawa yang telah ditetapkan. Yang pertama berupa suspensi jadi, yang kedua berupa serbuk suspensi yang harus disuspensikan lebih dahhulu sebelum digunakan.
2.      Konsentrasi penambahan syrup simpleks pada sediaan suspensi III dapat mempengaruhi viskositas sediaan meskipun sirup simpleks dimaksudkan untuk pemanis.
3.      Dari pembuatan sediaan suspense 1,2 dan 3 didapat hasil suspensi yang baik yaitu pada sediaan suspensi 2.
4.      Kestabilan sediaan suspensi dipengaruhi oleh faktor jenis suspending agent yang dipakai dan konsentrasinya.

0 comments:

Posting Komentar