BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Tujuan Percobaan
- Mengetahui cara membuat formula sediaan suspensi, pengaruh bahan pembasah dan cara pengembangan bahan pensuspensi yang digunakan.
- Mengetahui dan melihat pengaruh bahan suspensi alam dan semi sintetis tunggal dan campuran dalam suspensi dengan penambahan konsentrasi bahan pembasah yang paling baik dari hasil pengamatan praktikum suspense I.
- Melihat pengaruh bahan pengental dan alat pengaduk dengan konsentrasi bahan pensuspensi serta konsentrasi bahan pembasah yang paling baik hasil pengamatan praktikum suspensi II.
- Membuat suspense rekontruksi.
1.2 Landasan Teori
Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung
obat padat, tidak melarut dan terdispersi sempurna dalam cairan pembawa atau
sediaan padat terdiri dari obat dalam bentuk sangat halus dengan atau tanpa zat
tambahan yang akan terdispersikan sempurna dalam cairan pembawa yang telah
ditetapkan. Yang pertama berupa suspensi jadi, yang kedua berupa serbuk
suspensi yang harus disuspensikan lebih dahhulu sebelum digunakan (Formularium
Nasional, 1978).
Syarat-syarat
suspensi menurut Farmakope Edisi III yaitu zat harus halus dan tidak boleh
cepat mengendap, jika dikocok perlahan endapan harus segera terdispersi
kembali, kekentalan suspensi tidak boleh terlalu tinggi agar sediaan mudah
dikocok dan dituang. Salah satu problem yang dihadapi dalam proses pembuatan
suspensi adalah cara memperlambat penimbunan partikel serta menjaga homogenitas
dari partikel. Cara tersebut merupakan salah satu tindakan untuk menjaga
stabilitas suspensi. Beberapa faktor yang mempengaruhi stabilitas suspensi
ialah:
1. Ukuran partikel
Semakin
besar ukuran partikel makan semakin kecil luas penampangnya. Sedangkan semakin
besar luas penampang partikel daya tekan keatas cairan akan semakin lambat gerakan
partikel untuk mengendap. Artinya untuk memperlambat pengendapan maka bisa
memperkecil ukuran partikel.
2. Kekentalan (Viskositas)
Semakin
kental suatu cairan, kecepatan alirnya semakin kecil dan kecepatan mengendapnya
menjadi lama. Hal ini dapat dibuktikan dengan hukum STOKES sebagai berikut:
Keterangan : V
= kecepatan aliran
d = diameter partikel
ρ = BJ partikel
ρcairan = BJ cairan
g = gravitasi
ɳ = viskositas cairan
3. Jumlah partikel (Konsentrasi)
Semakin
besar konsentrasi partikel semakin besar kemungkinan terjadinya endapan
partikel dalam waktu yang singkat.
4. Sifat / muatan partikel
Bila
partikel mengendap mereka akan mudah tersuspensi kembali dengan pengocokan yang
ringan. Partikel yang mengendap ada kemungkinan dapat saling melekat oleh suatu
kekuatan untuk membentuk agregat dan selanjutnya membentuk compacted cake dan peristiwa ini disebut cacking.
Suspending agent dapat dikelompokan menjadi
dua yakni:
a. Bahan pensuspensi alam ada golongan gom
(acasia, chondrus, tragacanth, alginat), dan golongan bukan gom (bentonite
hectorite, veegum).
b. Bahan pensuspensi sintetis ada derivate
selulosa (methosol, tylose, CMC, Na. CMC) dan golongan organic polimer
(Carbophol 934).
Sistem pembentukan suspensi ada dua yaitu:
1. Sistem flokulasi
Dalam
system flokulasi, partikel terflokulasi terikat lemah, cepat mengendap, pada
penyimpanan tidak terjadi cake, dan mudah tersuspensi kembali.
2. Sistem deflokulasi
Dalam
system deflokulasi, partikel mengendap perlahan dan akhirnya membentuk sedimen,
dimana terjadi agregasi akhirnya terbentuk cake yang keras dan sukar
tersuspensi kembali.
Penilaian stabilitas suspensi meliputi:
1. Volume sedimentasi
Salah
satu syarat dari suatu suspensi adalah endapan yang terjadi harus mudah terdispersi
dengan pengocokan ringan sehingga perlu dilakukan pengukuran volume
sedimentasi.
2. Derajat flokulasi
Suatu
rasio volume sedimen akhir dari suspensi flokulasi (Vu) terhadap
volume sedimen akhir suspensi deflokulasi (VOC).
3. Metode rheology
Metode ini
digunakan untuk membantu menentukan perilaku pengendapan dan pengaturan pembawa
dan sifat yang menonjol mengenai susunan partikel dengan tujuan untuk
perbandingan.
4. Perubahan ukuran partikel
Digunakan cara Freeze-thaw cycling yaitu suhu diturunkan sampai titik beku lalu
dinaikkan sampai mencair kembali. Dengan cara ini dapat diliht pertumbuhan
kristal dan dapat menunjukkan kemungkinan keadaan berikutnya setelah disimpan
lama pada suhu kamar. Yang pokok yaitu menjaga tidak akan terjadi perubahan
ukuran partikel, distribusi ukuranan sifat kristal.
BAB II
DATA PREFORMULASI
1.Sulfamerazin
Warna : Putih / Putih
agak kekuningan
Rasa : Agak pahit
Bau : Tidak berbau /
Hampir tidak berbau
Kelarutan : Sangat
sukar larut dalam air. Dalam kloroform p dan agak sukar larut dalam etanol
(90%) p, agak sukar larut aseton , mudah larut dalam asam mineral encer dan
dalam larutan alkali hidroksida.
Titik leleh : ( 234o-239o
)
Penyimpanan : Dalam
wadah tertutup baik dan terlindung dari cahaya
Khasiat : Antibakteri.
2.
Tween 80
Pemerian : Cairan seperti minyak,
jernih berwarna kuning mudahingga coklat muda, bau khas lemah, rasa pahit dan
hangat.
Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air,
larutan tidak berbau dan praktis tidak berwarna, larut dalam etanol, dalam etil
asetat, tidak larut dalam minyak mineral.
Konsentrasi : 1-15%.
Stabilitas : Stabil pada elektrolit dan
asam lemah, dan basa. Berangsur-angsur akan tersaponiFarmakope Indonesiakasi
dengan asam kuat dan basa.
OTT : Akan berubah
warna atau mengendap dengan phenol, dan tannin.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik,
lindungi dari cahaya, ditempat sejuk dan kering.
3.
CMC Na
Pemerian :
Serbuk atau granul, putih sampai krem, higroskopis.
Kelarutan :
Mudah terdispersi dalam air membentuk larutan koloida, tidak larut dalam
etanol, eter, dan pelarut organik lain.
Stabilitas : Larutan
stabil pada pH 2-10, pengendapan terjadi pada pH dibawah 2. Viskositas larutan
berkurang dengan cepat jika pH diatas 10. Menunjukan viskositas dan stabilitas
maksimum pada pH 7-9. Bisa disterilisasi dalam kondisi kering pada suhu 160
selama 1 jam, tapi terjadi pengurangan viskositas.
Penyimpanan : Dalam
wadah tertutup rapat.
OTT : Inkompatibel
dengan larutan asam kuat dan dengan larutan garam besi dan beberapa logam
seperti aluminium, merkuri dan zink juga dengan gom xanthan; pengendapan
terjadi pada pH dibawah 2 dan pada saat pencampuran dengan etanol 95%.;
Membentuk kompleks dengan gelatin dan pektin.
Kegunaan :
Suspending agent, bahan penolong tablet, peningkat viskositas.
Konsentrasi :
3-6%
4.
Sirup Simpleks
Pemerian : Cairan jernih tidak berwarna
Pembuatan : Larutkan 65 bagian sakarosa dalam
larutan metal paraben 0,25% b/v secukupnya sehingga diperoleh 100 bagian sirup.
Kegunaan : Pemanis, zat tambahan
Konsentrasi : 20-60%
Penyimpanan : Wadah tertutup rapat, ditempat sejuk.
5. Tragacant
Pemerian : Tidak berbau; mempunyai rasa tawar; seperti lender
Kelarutan : Agak sukar larut dalam air, tetapi mengembang menjadi
masa homogen,
lengket dan seperti gelatin
Viskositas : Viskositas meningkat jika suhu dan konsentrasi
meningkat, dan
menurun jika pH meningkat
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.
Khasiat : Zat tambahan (emulgator alam)
OTT : Relatif untuk garam dengan konsentrasi tinggi dan
sintesis
suspending
agent seperti acacia, CMC, pati dan sukrosa
Stabilitas : Stabil
HLB : 13,2
6.
Propilenglikol
Warna : Putih Bening
Rumus
Molekul :
CH3CH(OH)CH2OH
Berat
Molekul :
76, 09
Pemerian : Cairan
kental, jernih,tidak berwarna ,rasa khas, praktis tidak
berbau, menyerap air pada udara lembab.
Kelarutan : Dapat
bercampur dengan air, dengan aseton dan dengan kloroform, larut dalam eter dan
beberapa minyak essensial tetapi tidak dapat bercampur dengan minyak lemak.
Bj :
1,038 g/cm3
OTT : Dengan
zat pengoksidasi seperti Pottasium Permanganat
Konsentrasi :
10-25%
Stabilitas : Higroskopis
dan harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, lindungi dari cahaya, ditempat
dingin dan kering. Pada suhu yang tinggi akan teroksidasi menjadi
propionaldehid asam laktat, asam piruvat& asam asetat. Stabil jika dicampur
dengan etanol, gliserin, atau air.
Khasiat :
Bersifat antimikroba, desinfektan, pelembab, plastisazer, pelarut, stabilitas untuk
vitamin.
Penyimpanan :
Disimpan dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya , sejuk
dan kering.
7. Sorbitol
RM :
C66H14O6
BM :
182,17
Pemerian : Serbuk, granul atau lempengan; higroskopis; warna putih
rasa manis.
Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air; sukar larut dalam etanol,
metanol dan asam asetat.
Konsentrasi :
20 – 35%
Khasiat :
Pemanis.
Stabilitas : Dapat
bercampur dengan kebanyakan bahan tambahan, stabil di udara, keadaan dingin dan
asam basa encer.
OTT :
Ion logam divalent dan trivalent dalam asam kuat dan suasana basa.
Penyimpanan :
Wadah tertutup rapat
BAB II
METODE KERJA
2.1 Alat dan Bahan
Alat
1.
Batang
pengaduk
2.
Beaker
glass
3.
Botol
kaca 100 ml
4.
Mortir
5.
Neraca
analitik
6.
Perkamen
7.
Pipet
tetes
Bahan
1.
Aquadest
2.
CMC
3.
Sorbitol
4.
Sulfamerazin
5.
Syrup
simpleks
6.
propilenglikol
7.
Tragacant
8.
Tween
80
2.2
Cara Kerja
·
Disiapkan
alat dan ditimbang bahan
·
Dikalibrasi
botol 120 ml
·
Ditimbang
masing-masing bahan
·
Dikembangkan
masing-masing bahan pensuspensi dengan air panas
·
Digerus
sulfamerazin sampai halus, kemudian ditambahkan sorbitol dan propilenglikol
gerus sampai homogen
·
Ditambahkan
tween 80 aduk sampai homogen
·
Dimasukan
bahan pensuspensi yang telah dikembangkan sedikit demi sedikit, ditambahkan
sedikit aquadest aduk sampai homogen
·
Ditambahkan
essence secukupnya, aduk sampai homogen
·
Dimasukan
kedalam botol, kemudian tambahkan aquadest sampai 120 ml
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB
V
KESIMPULAN
1. Suspensi
adalah sediaan cair yang mengandung obat padat, tidak melarut dan terdispersi
sempurna dalam cairan pembawa atau sediaan padat terdiri dari obat dalam bentuk
sangat halus dengan atau tanpa zat tambahan yang akan terdispersikan sempurna
dalam cairan pembawa yang telah ditetapkan. Yang pertama berupa suspensi jadi,
yang kedua berupa serbuk suspensi yang harus disuspensikan lebih dahhulu
sebelum digunakan.
2. Konsentrasi
penambahan syrup simpleks pada sediaan suspensi III dapat mempengaruhi
viskositas sediaan meskipun sirup simpleks dimaksudkan untuk pemanis.
3. Dari
pembuatan sediaan suspense 1,2 dan 3 didapat hasil suspensi yang baik yaitu
pada sediaan suspensi 2.
4. Kestabilan
sediaan suspensi dipengaruhi oleh faktor jenis suspending agent yang dipakai
dan konsentrasinya.



0 comments:
Posting Komentar