Sabtu, 14 April 2018

LAPORAN ELIKSIR


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Tujuan Percobaan
·         Mengetahui cara pembuatan sediaan eliksir dengan melihat pengaruh kombinasi pelarut dan pengaruh surfaktan terhadap kelarutan suatu zat.
·         Melakukan pengujian mutu sediaan eliksir

1.2  Dasar Teori
Dalam istilah farmasi, larutan didefinisikan sebagai sediaan”cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang dapat larut, biasanya dilarutkan dalam air, yang karerna bahan-bahannya, cara peracikan atau penggunaannya, tidak dimasukkan ke dalam golongan produk lainnya”. Sesungguhnya, banyak produk farmasi yang menurut prinsip kimia fisik merupakan campuran homogen dari zat-zat terlarut yang dolarutkan dalam pelarut, menurut prinsip farmasi digolongkan ke dalam jenis produk lainnya. Misalnya larutan obat-obat dalam air yang mengandung gula digolongkan sebagai syrup; larutan yang mengandung hidroalkohol yang diberi gula (kombinasi dari air dan etil alkohol) disebut eliksir.
Larutan oral, syrup dan eliksir, dibuat dan digunakan karena efek tertentu dari zat obat yang ada. Dalam sediaan ini zat obat umumnya diharapkan memberikan efek sistemik. Kenyataan bahwa obat-obat itu diberikan dalam bentuk larutan, biasanya berarti bahwa absorpsinya dalam sistem saluran cerna ke dalam sirkulasi sistemik dapat diharapkan terjadi lebih cepat dari pada dalam bentuk sedaan suspensi atau padat dari zat obat yang sama.
Obat-obat cair menampilkan masalah menarik dalam rancangan bentuk sediaan. Banyak diantaranya merupakan zat-zat yang mudah menguap oleh karena harus disegel secara fisik dari atmosfer untuk menjamin keberadaannya. Masalah lainnya adalah bahwa obat-obat tersebut dimaksudkan untuk pemberian obat pada umumnya tidak dapat diformulasikan menjadi bentuk tablet, tanpa mengalami modifikasi obat yang besar.
Eliksir adalah cairan jernih, rasanya manis, larutan hidroalkohol digunakan untuk pemakaian oral, umumnya mengandung flavuoring agent untuk meningkatkan rasa enak 
Eliksir bersifat hidroalkohol, maka dapat menjaga stabilitas obat baik yang larut dalam air maupun alkohol.
Proporsi jumlah alkohol yang digunakan bergantung pada keperluan.
















BAB II
DATA PREFORMULASI
Teofilin
Rumus Molekul        : C7H8N402.H20
BM                            : 198,18
Pemerian                    : Serbuk hablur, putih, tidak berbau, rasa pahit, stabil di udara.
Kelarutan                   : Larut dalam lebih kurang 180 bagian air, tetapi mudah larut dalam air panas; larut dalam lebih kurang 120 bagian etanol ( 95%) p. mudah larut dalam larutan alkali hidroksida dan dalam ammonia encer
Khasiat                      : spasmolitikum bronkial, bronkodilator kronik
pH                              : 3,8 – 6,1
Titik lebur                   : 2720
Stabilitas                    : Jika bentuk anhidrat terpapar udara dengan cepat menyerap air kurang lebih 4%, melebur pada suhu kurang lebih 248°C disertai peruraian.
Penyimpanan             : Wadah tertutup baik






BAB III
               METODE KERJA
3.1 Alat dan Bahan
            a. Alat
1.   Botol plastik 100 ml.
2.   Beaker glass.
3.   Cawan uap.
4.   Corong.
5.   Gelas ukur.
6.   Kertas perkamen
7.   Mortir
8.   Pemanas stirer
9.   Spatel
10. Timbangan analitik
b. Bahan
            1. Alkokhol
            2. Aquadest
            3. Essence
            4. Pewarna
            5. Sirupus simpleks
            6. Sorbitol
            7. Teofilin
            8. Tween 80
3.2 Cara Kerja
1.      Disiapkan alat dan bahan
2.      Dikalibrasi botol sampai 100ml
3.      Ditimbang masing-masing bahan
4.      Dibuat terlebih dahulu larutan surfaktan
5.      Kemudian ditambahkan zat berkhasiat sedikit-sedikit sampai larut
6.      Ditambahkan sirup simplek aduk sampai homogen
7.      Ditambahkan air aduk sampai larut
8.      Dimasukan kedalam botol, ditambahkan air sampai 100ml

















BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Data Pengamatan           
a.       Suhu Panas
Formula



Hari ke




0
1
2
3
4
5
6
Formula I







a.       Tinggi larutan
(cm)
3
2,8
-
2,7
-
2,5
2,5
b.      Warna
+++
+++
-
++
-
++
++
c.       Bau
+++
++
-
++
-
++
++
d.      Rasa
+++
++
-
++
-
++
++
Formula II







a.       Tinggi larutan (cm)
2,6
2,4
-
2,4
-
2,4
2,3
b.      Warna
+++
+++
-
++
-
++
++
c.       Bau
+++
++
-
++
-
+
++
d.      Rasa
+++
+++
-
++
-
++
++
Formula III







a.       Tinggi larutan (cm)
3
2,9
-
2,6
-
2,5
2,3
b.      Warna
+++
++
-
++
-
++
++
c.       Bau
+++
++
-
+
-
++
++
d.      Rasa
+++
++
-
++
-
++
++

b.      Suhu Dingin
Formula



Hari ke




0
1
2
3
4
5
6
Formula I







a.       Tinggi larutan (cm)
3
2,6
-
2,4
-
2,4
2,3
b.      Warna
+++
+++
-
+++
-
+++
+++
c.       Bau
+++
++
-
++
-
++
++
d.      Rasa
+++
++
-
++
-
++
++
Formula II







a.       Tinggi larutan (cm)
3
2,5
-
2,3
-
2,3
2,2
b.      Warna
+++
+++
-
+++
-
+++
+++
c.       Bau  
+++
+++
-
++
-
++
++
d.      Rasa
+++
+++
-

-
++
++
Formula III







a.       Tinggi larutan (cm)
3
2,7
-
2,6
-
2,6
2,5
b.      Warna
+++
+++
-
+++
-
+++
+++
c.       Bau
+++
++
-
++
-
+
+
d.      Rasa
+++
++
-
++
-
++
++

c.       Freeze Thaw
Formula



Hari ke




0
1
2
3
4
5
6
Formula I







a.       Tinggi larutan  (cm)
2,6
2,3
-
2,3
-
2,3
2,2
b.      Warna
+++
+++
-
+
-
+
+
c.       Bau
+++
+++
-
++
-
++
++
d.      Rasa
+++
+++
-
+
-
++
++
Formula II







a.       Tinggi larutan (cm)
2,6
2,5
-
2,4
-
2,4
2,4
b.      Warna
+++
++
-
+
-
+
+
c.       Bau
+++
+++
-
++
-
++
++
d.      Rasa
+++
+++
-
++
-
++
++
Formula III







a.       Tinggi larutan
(cm)
3
2,5
-
2,5
-
2,5
2,5
b.      Warna
+++
++
-
+
-
+
+
c.       Bau
+++
+++
-
++
-
++
++
d.      Rasa
+++
+++
-
++
-
++
+
 
d.      Suhu Kamar
Formula



Hari ke




0
1
2
3
4
5
6
Formula I







a.       Tinggi larutan (cm)
6
5,4
-
5,4
-
5,4
5,4
b.      Warna
+++
+++
-
+++
-
+++
+++
c.       Bau
+++
+
-
++
-
++
++
d.      Rasa
+++
+++
-
++
-
++
++
Formula II







a.       Tinggi larutan (cm)
6
5,8
-
5,8
-
5,6
5,6
b.      Warna
+++
+++
-
+++
-
+++
+++
c.       Bau
+++
+++
-
+++
-
+++
+++
d.      Rasa
+++
+++
-
+++
-
+++
+++
Formula III







a.       Tinggi larutan (cm)
6
5,8
-
5,8
-
5,8
5,8
b.      Warna
+++
+++
-
+++
-
+++
+++
c.       Bau
+++
+
-
+
-
+
+
d.      Rasa
+++
++
-
++
-
++
++
                    
e.       Berat jenis
Berat
FI
F2
F3
Jenis (g/ml)
1,0236
1,0256
1,0176

4. 2 Formulasi
Bahan
Formula 1
Formula 2
Formula 3
Teofilin
50mg/5ml
50mg/5ml
50mg/5ml
Syr simplex
20 %
30 %
40 %
Sorbitol
5%
10%
15%
Alcohol
20%
20%
20%
Tween 80
1%
1%
               1%             
Essence warna
qs
qs
qs
Aquadest ad
100ml
100ml
100ml

Penimbangan bahan
1.      Formula 1
a.       teofilin: 50mg/5ml x 100 ml = 1000 mg
b.      Syr simplex : 20/100 x100 ml = 20 g
c.       Tween 80 : 1/100 x 100 ml = 1 g
d.      Alcohol : 20/100 x 100 = 20 g
e.       Sorbitol  : 5/100 x 100 = 5 g
2.      Formula 2
a.       teofilin: 50mg/5ml x 100 ml = 1000 mg
b.      Syr simplex : 30/100 x100 ml = 30 g
c.       Tween 80 : 1/100 x 100 ml = 1 g
d.      Alcohol : 20/100 x 100 = 20 g
e.       Sorbitol  : 10/100 x 100 = 10 g
3.      Formula 3
a.       teofilin: 50mg/5ml x 100 ml = 1000 mg
b.      Syr simplex : 40/100 x100 ml = 40 g
c.       Tween 80 : 1/100 x 100 ml = 1 g
d.      Alcohol : 20/100 x 100 = 20 g
e.       Sorbitol  : 15/100 x 100 = 15 g


4.3 Pembahasan
            Eliksir adalah sediaan berupa larutan yang mempunyai rasa dan bau yang sedap, mengandung selain obat, juga zat tambahan seperti gula atau zat pemanis lainnya, zat warna, zat pewangi, dan zat pengawet, digunakan sebagai obat dalam. Karena kelarutannya dalam air sangat kecil maka sulit dalam pemilihan pelarut non air yang dapat bercampur dengan air sangat sulit. Pada pembuatan eliksir kali ini zak berkhasiat yang di gunakan yaitu teofilin, dalam Farmakope edisi III kelarutan teofilin yaitu : larut dalam lebih kurang 180 bagian air, lebih mudah larut dalam air panas, larut dalam lebih kurang  120 bagian etanol (95%) p, mudah larut dalam larutan alkalihidroksida dan dalam ammonia encer p. warna putih, rasa pahit, tidak berbau, dan serbuk hablur.
            Teofilin adalah obat dengn fungsi untuk mengobati dan mencegah nafas pendek dan kesulitan bernafas yang disebabkan oleh penyakit paru-paru misalnya asma, emfisema, bronchitis kronis. Teofilin merupakan golongan obat keras, obat ini harus di beli dengan resep dokter di apotek atau instalasi farmasi rumah sakit. Pada pembuatan eliksir selain teofilin di tambahkan juga etanol, sorbitol, sirup simpleks, tween 80, pewarna dan perasa. Selain etanol penambahan sorbitol juga sebagai pelarut,
            Pada praktikum kali ini dilakukan pengamatan secara organoleptik, BJ, pH dan viskositas, stabilitas selama 6 hari. Setelah pengamatan selama 6 hari. Dari pengamatan yang telah di lakukan di dapat sediaan eliksir yang terbaik yaitu pada sediaan F2. Karena dari hasil pengamatan mulai dari bau, rasa, warna dan yang lainnya relatif stabil. Pada sediaan eliksir F1 dan F3 bau tween masih tercium tidak enak (mencolok). Kemungkinan yang menyebabkan bau tween yang masih mencolok dikarnakan kurang banyak pada saat penambahan perasa, dan pewangi. Sama seperti larutan sirup pada penyimpanan suhu panas, dingin dan freeze thaw di dapat hasil yang stabil yaitu pada suhu dingin. Pada suhu panas warnanya memudar sedangkan pada freeze warnanya lebih memudar, sedangkan pada suhu dingin warna tetap stabil.








BAB V
KESIMPULAN
·         Eliksir adalah cairan jernih, rasanya manis, larutan hidroalkohol digunakan untuk pemakaian oral, umumnya mengandung flavuoring agent untuk meningkatkan rasa enak. Eliksir bersifat hidroalkohol, maka dapat menjaga stabilitas obat baik yang larut dalam air maupun alkohol.
·         Pada pembuatan eliksir dengan menggunakan zat berkhasiatnya yaitu teofilin
·         Dari hasil pengamatan di dapat sediaan yang relative stabil yaitu pada formulasi F2



0 comments:

Posting Komentar