Sabtu, 14 April 2018

LAPORAN SIRUP


BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Tujuan percobaan
Mengetahui cara pembuatan sediaan sirup larutan sejati serta komponen yang menunjang stabilitas sediaan tersebut.
1.2    Dasar teori
Sirup adalah sediaan cair berupa larutan yang mengandung sakarosa yang didalamnya cocok ditambahkan obat atau zat pewangi, merupakan larutan jernih berasa manis. Dapat ditambahkan gliserol, sorbitol atau polialkohol yang lain dalam jumlah sedikit dengan maksud selain untuk menghalangi hablur sakarosa dan juga dapat meningkatkan kelarutan obat. Kecuali dinyatakan lain kadar sakarosa C12H22O11, tidak kurang dari 64% dan tidak lebih dari 66%. (Depkes RI, 1979).
Sirup adalah larutan oral yang mengandung sukrosa atau gula lain kadar tinggi atau bentuk sediaan cair lain yang dibuat dengan pengental dan pemanis termasuk suspensi oral. (Depkes RI, 1995).
Dalam Farmakope Indonesia edisi III, Sirup adalah sediaan cair berupa larutan yang mengandung sakarosa. Kecuali dinyatakan lain,kadar sakarosa, C12H22O11, tidak kurang dari 64,0% dan tidak lebih dari 66,0%.
Sebagian besar sirup-sirup mengandung komponen-komponen berikut didamping air murni dan semua zat-zat obat yang ada:
1.     Bahan berkhasiat : bahan obat yang akan dibuat dalam sediaan larutan
2.     Bahan pembantu terdiri dari :
·       Pelarut : air dan pelarut campur
·       Pengatur pH : dapar
·       Pengawet
·       Antioksidan
·       Flavor : pemanis pewarna, pewangi
·       Pengental : sukrosa, golongan selulosa
Pada umumnya sediaan sirup merupakan sediaan dengan dosis berulang (multile dose) dengan kadar kontaminasi mikroorganisme sangat besar. Oleh sebab itu diperlukan pengawet yang merupakan salah satu bahn pembantu yang ditambahkan untuk mengurangi kontaminasi. Adanya mikroorganisme di dalam sediaan akan mempengaruhi stabilita sediaan atau potensi bahan berkhasiat. Sebagai antioksidan didalam sediaan larutan berfungsi sebagai proteksi terhadap bahan aktif yang mudah teroksidasi oleh oksigen.Bahan pengental di tambahkan untuk menaikan konsistensi sediaan, sehingga dosis pemakaian lebih tepat. Dalam sediaan larutan pada umumnya ditambahkan flavor untuk memperbaiki penampilan sediaan dan mempermudah pemberian terutama pada anak – anak ,flavor terdiri dari :
a.    Pemanis
Gula, biasanya sukrosa atau pengganti gula digunakan untuk memberi rasa manis dan kental. Sukrosa merupakan bahan pemanis yang banyak dipakai karena secara kimia dan fisika stabil pada pH larutan 4,0 – 8,0 dalam pemakaian sering di kombinasikan dengan sorbitol , gliserin dan poliol yang lainnya untuk mengurangi kemungkinan terjadinya Kristal gula pada penyimpanan. Kristalisasi terjadi pada daerah leher botol yang di kenal dengan istilah “cap locking”. Pemanis sintetis yang sering digunakan antara lain sakarin dengan kadar kemanisan 250 – 500 x sukrosa. Didalam farmasi tidak banyak digunakan karena memberikan rasa pahit setelah pemakaian.
b.    Pewarna
Untuk menambah daya tarik sirup, umumnya digunakan zat pewarna yang berhubungan dengan pemberi rasa yang digunakan ( misalnya hijau untuk rasa permen, coklat untuk rasa coklat dan sebaginya). Pewarna yang digunakan umum larut dalam air, tidak bereaksi dengan komponen lain dari sirup, dan warna stabil pada kisaran pH dan dibawah cahaya yang intensif sirup tersebut mungkin menjadi enounter selama masa penyimpanan.
c.     Perasa
Hampir semua sirup disedapkan dengan pemberi rasa buatan atau bahan-bahan yang berasal dari alam seperti minyak-minyak menguap (contoh : minyak jeruk), vanili dan lain-lainnya. Untuk membuat sirup jamin yang sedap rasanya.Karena sirup adalah sediaan air, pemberi rasa ini harus mempunyai kelarutan dalam air yang cukup.Akan tetapi, kadang-kadang sejumlah kecill alkohol ditambahkan kesirup untuk menjamin kelangsungan kelarutan dari pemberi rasa yang kelarutannya dalam air buruk.


















BAB II
DATA PREFORMULASI
Asam askorbat
Warna              : Putih atau agak kuning
Rasa                : Asam
Bau                  : Tidak berbau
RM/BM           : C6H8O6 / 176.1
Kelarutan        : Mudah larut air, agak sukar larut dalam etanol (95%) p, praktis tidak larut dalam kloroform p, eter p dan dalam benzen p
Pemerian        : Berbau lemah atau hampir tidak berbau, warna yang tidak telalu kristal atau putih atau bubuk kristal kuning. Dengan rasa asam askorbat bisa diekstraksi dari buah yang masak dari Capsicum annum atau kandungan sayur-mayur.
Organoleptik   : Serbuk atau hablur
Titik lebur       : Lebih kurang 190°
Range               : 50-1500 mg
Penyimpanan   : Terlindung dari cahaya, dingin dan tempat yang kering
Kegunaan         : Antiskorbut
Penggolong      : Asam askorbat termasuk golongan vitamin larut air dimana obat ini dimaksudkan untuk memelihara jaringan-jaringan tubuh dan sebagai antioksidan dan sangat dibutuhkan dalam jaringan tubuh kita.








BAB III
METODE KERJA

3.1  Alat dan Bahan
a.      Alat
1.      Botol plastik 100 ml
2.      Beaker glass
3.      Cawan uap
4.      Corong.
5.      Gelas ukur.
6.      Kertas perkamen
7.      Mortir
8.      Pemanas
9.      Spatel
10.  Timbangan analitik
b.      Bahan
1.      Asam askorbat
2.      Aquadest
3.      Essence
4.      Na Benzoat
5.      Pewarna
6.      Sirupus simpleks
3.2       Cara Kerja
1.      Disiapkan alat dan bahan.
2.      Ditimbang masing-masing bahan.
3.      Dikalibrasi botol sampai 120ml
4.      Digerus asam askorbat sampai halus, kemudian ditambahkan air secukupnya.
5.      Dimasukan sirup simplek aduk sampai homogen
6.      Dilarutkan Na benzoate dalam air panas, kemudian di tambahkan kedalam sirup aduk sampai homogen
7.      Ditambahkan essence dan pewarna secukupnya
8.      Dimasukan kedalam botol, dan tambahkan air sampai 120ml















BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Data Pengamatan           
a.       Suhu Panas
Formula



Hari ke




0
1
2
3
4
5
6
Formula I







a.       Tinggi larutan
(cm)
3,3
3,2
-
3
-
2,8
2,7
b.      Warna
+++
+++
-
++
-
++
++
c.       Bau
+++
++
-
++
-
++
++
d.      Rasa
+++
+++
-
++
-
++
++
e.       Ph







f.       Tinggi endapan







g.      Waktu redispersi







h.      Waktu disperse







Formula II







a.       Tinggi larutan (cm)
3,1
3,1
-
3
-
2,9
2,7
b.      Warna
+++
++
-
++
-
++
++
c.       Bau
+++
++
-
++
-
++
++
d.      Rasa
+++
+++
-
++
-
++
++
e.       Ph







f.       Tinggi endapan







g.      Waktu redispersi







h.      Waktu terdispersi







Formula III







a.       Tinggi larutan (cm)
3,0
2,9
-
2.9
-
2,8
2,8
b.      Warna
+++
++
-
++
-
++
++
c.       Bau
+++
++
-
++
-
++
++
d.      Rasa
+++
+++
-
++
-
++
++

b.      Suhu Dingin
Formula



Hari ke




0
1
2
3
4
5
6
Formula I







a.       Tinggi larutan (cm)
2,7
2,7
-
2,6
-
2,6
2.6
b.      Warna
+++
+++
-
+++
-
+++
+++
c.       Bau
+++
++
-
++
-
++
++
d.      Rasa
+++
++
-
++
-
++
++
Formula II







a.       Tinggi larutan (cm)
2,6
2,6
-
2,5
-
2,5
2,5
b.      Warna
+++
+++
-
+++
-
+++
+++
c.       Bau  
+++
++
-
++
-
++
++
d.      Rasa
+++
+++
-
++
-
++
++
Formula III







a.       Tinggi larutan (cm)
2,4
2,4
-
2.3
-
2,2
2,2
b.      Warna
+++
+++
-
+++
-
+++
+++
c.       Bau
+++
++
-
++
-
++
++
d.      Rasa
+++
++
-
++
-
++
++

c.       Freeze Thaw
Formula



Hari ke




0
1
2
3
4
5
6
Formula I







a.       Tinggi larutan  (cm)
2,7
2,7
-
2,5
-
2,5
2,3
b.      Warna
+++
++
-
+
-
+
+
c.       Bau
+++
++
-
+
-
+
+
d.      Rasa
+++
++
-
++
-
++
++
Formula II







a.       Tinggi larutan (cm)
2,7
2,7
-
2,5
-
2,4
2,4
b.      Warna
+++
++
-
++
-
++
+
c.       Bau
+++
++
-
++
-
++
++
d.      Rasa
+++
+++
-
+++
-
+++
+++
Formula III




-


a.       Tinggi larutan
(cm)
2,8
2,8
-
2,7
-
2,5
2,5
b.      Warna
+++
++
-
+
-
+
+
c.       Bau
+++
++
-
++
-
++
++
d.      Rasa
+++
+++
-
+++
-
+++
+++
 
d.      Suhu Kamar
Formula



Hari ke




0
1
2
3
4
5
6
Formula I







a.       Tinggi larutan (cm)
6,5
6,1
-
6,1
-
5,7
5,7
b.      Warna
+++
+++
-
+++
-
+++
+++
c.       Bau
+++
+
-
+
-
+
+
d.      Rasa
+++
++
-
++
-
++
++
Formula II







a.       Tinggi larutan (cm)
6,5
5,4
-
5,4
-
4,4
4,4
b.      Warna
+++
+++
-
+++
-
+++
+++
c.       Bau
+++
+++
-
+++
-
++
++
d.      Rasa
+++
+++
-
+++
-
+++
+++
Formula III







a.       Tinggi larutan (cm)
6,5
6,2
-
6,1
-
5,8
5,7
b.      Warna
+++
+++
-
+++
-
+++
+++
c.       Bau
+++
++
-
++
-
++
++
d.      Rasa
+++
++
-
++
-
++
++

e.       Viskositas
     1.  Hari ke-0
RPm
% Torsi
Ƞ
dr
F
Shearing stres (dyne/cm2)
Rate of shear
1
0
0
0
0
0
0
5
0
0
0
0
0
0
10
0
0
0
0
0
0
20
0
0
0
0
0
0
50
0,2 %
8
1
0,125
7,1897
0,8987125
100
0,4 %
8
2
0,125
14,3794
1,797424
100
0,3 %
6
1,5
0,166
10,78455
1,7902353
50
0,1 %
4
0.5
0,25
3,59485
0,8982125
20
0
0
0
0
0
0
10
0
0
0
0
0
0
5
0
0
0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
0

2.      Hari ke-5
RPm
% Torsi
Ƞ
f
Dr
Shearing stres (dyne/cm2)
Rate of shear
1
0,1 %
200
0,05
0,05
0,359
0,017
5
0,1 %
40
0,025
0,5
3,594
0,089
10
0,1 %
40
0,025
1
14,375
0,359
20
0,1 %
40
0,025
2
14,379
0,359
50
0,1 %
40
0,025
5
35,948
0,8987
100
3,1 %
62
0,016
15,5
111,44
1,783
100
3,1 %
62
0,016
15,5
111,44
1,783
50
3,2 %
62
0,016
7,75
55,720
0,89152
20
3,2 %
64
0,015
3,2
23,00
0,345
10
3,2 %
64
0,015
1,6
11,503
0,086
5
3,2 %
64
0,015
0,8
5,751
0,086
1
3,3 %
66
0,015
0,165
1,186
0,017

f.       Berat jenis
Berat
FI
F2
F3
Jenis (g/ml)
1,0224
1,0548
1,0272

4. 2 Formulasi
Bahan
Formula 1
Formula 2
Formula 3
Asam askorbat
50mg/10ml
50mg/10ml
50mg/10ml
Syr simplex
25 %
30 %
35 %
PG
0
0
0
Na Benzoat

0,1 %

Essence warna
Qs
qs
               qs              
Aquades ad
120 ml
120 ml
120 ml

Penimbangan bahan
1.      Formula 1
a.       As. Askorbat : 50mg/10ml x 120 ml = 600 mg
b.      Syr simplex : 25/100 x 120 ml = 30 g
2.      Formula 2
a.       As. Askorbat : 50mg/10ml x 120 ml = 600 mg
b.      Syr simplex : 30/100 x 120 ml = 36 g
c.       Na Benzoat : 0,1/100 x 120 ml = 0,12 g
3.      Formula 3
a.       As. Askorbat : 50mg/10ml x 120 ml = 600 mg
b.      Syr simplex : 35/100 x 120 ml = 42 g

4.3 Pembahasan
             Larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlarut. Larutan terjadi jika sebuah bahan padat tercampur atau terlarut secara kimia maupun fisika kedalam bahan cair. Komponen larutan sendiri terdiri dari pelarut (solven) dan zat terlarut (solute). Keuntugan dari larutan adalah dosisnya dapat diubah ubah-ubah dalam pembuatannya. Sediaan dalam bentuk larutan lebih mudah untuk memberikan atau mengubah dosis yang akan diberikan karena bentuk sediannya sehingga perubahan dosis dapat dilakukan dengan mudah. Disamping itu kerugian sediaan larutan adalah ada beberapa zat yang tidak stabil dalam larutan, kelarutan tiap senyawa berbeda-beda dapat mempengaruhi kestabilan obat sehingga menyebabkan ada sebagian senyawa yang agak sukar larut dalam sediaan obat yang dibuat.
Pada praktikum kali ini dalam membuat larutan sejati digunakan bahan aktif Asam Askorbat yang merupakan Vitamin C, untuk pelarut yang di gunakan yaitu pelarut air 120ml.  Kemudian ditambahkan syrup simplek yang digunakan sebagai pemanis. Karena larutan yang merupakan cairan maka mudah terkontaminasi mikroba, untuk menghindarinya maka ditambahkan Na Benzoat sebagai pengawet. Zat tambahan lainnya yang digunakan yaitu essence sebagai perasa dan ditambah pewarna.
            Pada praktikum kali ini dilakukan pengamatan secara organoleptik, BJ, pH dan viskositas selama 6 hari. Setelah pengamatan selama 6 hari. Dari pengamatan yang telah di lakukan di dapat sediaan yang terbaik yaitu pada F2. Karena dari hasil pengamatan mulai dari bau, rasa, warna dan yang lainnya relatif stabil. Karena pada sediaan yang lain ada baunya tidak enak, dan juga rasa yang tidak enak (mencolok, bahkan tidak ada rasa). Kemungkinan penambahan pengawet (Na Benzoat) sangat berpengaruh terhadap kestabilan larutan, karena F2 ditambahkan pengawet, maka dari itu  larutan F2 relatf stabil pada suhu kamar. Namun pada penyimpanan suhu panas, dingin dan freeze thaw di dapat hasil yang stabil yaitu pada suhu dingin. Pada suhu panas warnanya memudar sedangkan pada freeze warnanya lebih memudar, sedangkan pada suhu dingin warna tetap stabil.


BAB V
KESIMPULAN
·         Sirup adalah sediaan cair berupa larutan yang mengandung sukrosa yang didalamnya cocok ditambahkan obat atau zat pewangi, merupakan larutan jernih berasa manis
·         Zat berkhasiat yang digunakan pada pembuatan sirup kaliini yaitu asam askorbat
·         Dari hasil pengamatan yang dilakukan pada sirup asam askorbat formula yang relatif stabil yaitu pada F2

0 comments:

Posting Komentar