Sabtu, 14 April 2018

farmakognosi II : pembuatan simplisia bunga sedap malam


BAB I
PENDAHULUAN
1.1.      Latar Belakang
Di Indonesia terdapat berbagai macam tanaman obat. Tanaman obat atau yang biasa dikenal dengan obat herbal adalah sediaan obat baik berupa obat tradisional, fitofarmaka, maupun farmasetika. Dapat berupa simplisia (bahan segar atau yang dikeringkan), ekstrak, kelompok senyawa atau senyawa murni yang berasal dari alam.
Tanaman obat dapat memberikan nilai tambah apabila diolah lebih lanjut menjadi berbagai jenis produk. Tanaman obat tersebut dapat diolah menjadi berbagai macam produk, seperti simplisia (rajangan), serbuk, minyak atsiri, ekstrak kental, ekstrak kering, kapsul maupun tablet.
Simplisia merupakan bahan alami yang digunakan sebagi bahan baku obat yang belum mengalami pengolahan atau baru dirajang saja, tetapi sudah dikeringkan. Permintaan bahan baku simplisia sebagai bahan baku obat-obatan semakin meningkat dengan bertambahnya industri jamu. Selain itu, juga dikarenakan efek samping penggunaan tanaman obat untuk mengobati suatu penyakit lebih kecil dibandingkan obat sintetis.
Produk hasil tanaman obat tidak hanya sampai pada bentuk simplisia, namun juga sampai pada bentuk ekstrak sebagai komoditi agrobisnis, melalui industri ekstrak. Untuk memperoleh mutu ekstrak yang diproduksi, maka setiap ekstrak harus dilakukan standarisasi.
Tanaman Bunga sedap malam (Polianthes tuberosa) merupakan tumbuhan hijau yang berasal dari family Agavaceae. Nama tuberosa sendiri menunjukkan jika tanaman ini memiliki umbi (tuber). Tanaman ini juga memeiliki banyak khasiat seperti sakit kepala, pusing, menenagkan hati dan pikiran, rabun, dan lain-lain.













1.2.       Rumusan Masalah
1)   Apakah yang dimaksud dengan simplisia ?
2)   Bagaimanakah cara pembuatan simplisia bunga sedap malam yang baik dan benar ?

1.3.       Tujuan
Adapun tujuan pembuatan makalah ini, antara lain:
     1)   Untuk mengetahui yang dimaksud dengan simplisia,
     2)   Untuk mengetahui cara pembuatan simplisia bunga sedap malam yang baik dan benar, dan

1.4. Manfaat
1)      Dapat mengetahui apa yang di maksud dengan simplisia
2)      Dapat mengetahui cara pembuatan simplisia bunga sedap malam
3)      Dapat mengetahui zat yang terkandung di dalam bunga sedap malam


















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
            Sedap malam (Polianthes tuberosa) adalah tumbuhan hijau abadi dari suku Agavaceae. Minyak dari bunga  ini digunakan dalam pembuatan parfum. Nama tuberosa menunjukkan bahwa tumbuhan ini memiliki umbi (tuber). Saat ini dikenal sekitar 12 spesies darigenus Polianthes. Bunga sedap malam biasa mekar di malam hari. Tanaman ini diperkirakan berasal dari Meksiko. Bangsa Astek mengenalnya dengan nama omixochitl, "bunga tulang". Nama bunga ini di India bagian timur adalah ratkirani, yang berarti "ratu malam". Di Singapura bunga ini dinamakan xinxiao, yang berarti "tempat ngengat hinggap". Di Persia, bunga ini disebut maryam, yang merupakan nama umum bagi anak perempuan. Bunga ini juga digunakan di Hawaii untuk pengantin dan dahulu di zaman Viktoria digunakan sebagai bunga kuburan. Harum bunga ini digambarkan sebagai kompleks, eksotis, manis, dan khas bunga.
            Tanaman ini tumbuh hingga 45 cm dan menghasilkan rumpun bunga putih. Daunnya panjang dan berwarna hijau muda yang mengumpul di pangkal batangnya. Genus tanaman ini masih berkerabat dekat dengan Manfreda. Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Liliopsida; Ordo: Asparagales; Famili: Agavaceae; Genus: Polianthes; Spesies: Polianthes tuberosa.
            Bunga Sedap Malam (Polianthes tuberosa) banyak dibudidayakan di berbagai daerah di Indonesia. Bunga ini banyak dimanfaatkan sebagai bunga potong untuk berbagai keperluan. Selain itu bunga Sedap Malam juga dapat diolah sebagai bahan pembuat parfum, Sakit kepala, pusing, menenangkan hati dan pikiran, pandangan kabur, rabun mata, katarak, radang mata merah (conjuntivitis), susah tidur (insomnia), penambah darah, meningkatkan stamina, melancarkan ASI (laktagog), pegal linu.
            Pemanfaatan bunga sedap malam bagi kesehatan umumnya dibagi menjadi 2, yaitu pemakaian luar dan dalam. Dua manfaat tersebut diperoleh melalui sulingan dari bunga sedap malam yang mengahasilkan minyak, hasil sulingannya itu dikenal dengan nama minyak tuberose. Minyak hasil sulingan dari bunga sedap malam ini diyakini memiliki kandungan : geraniol dan nerol, farnesol, benzyl, alkohol, metil, benzoat, metil salsilat, metil antramnilat, eugenol, asam butirat dan kemungkinan asam fenilasetat. Kandungan-kandungan ini secara medis memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh dan penyembuhan beberapa macam penyakit.

BAB III
METODE KERJA
3.1  Alat dan Bahan
a.       Alat                                                                             b. Bahan
-          Blender                                                                    -    Air
-          Ember                                                                       -    Bunga sedap malam
-          Gunting                                                                    -     Silika gel
-          Kain putih
-          Oven
-          Plastik
-          Toples 


3.2  Cara Kerja
1.      Pengumpulan bahan baku
-          Umur panen bunga sedap malam pertama 25-30 minggu setelah tanam
-          Tinggi tanaman 44,5 – 55,2 cm
-          Lingkungan tanaman bisa di adaptasi dengan baik di daaran rendah sampai medium dengan altitude 50-600 m dpl
2.       Sortasi basah
Sortasi basah dilakukan untuk memisahkan kotoran-kotoran atau bahan-bahan asing lainnya dari bahan simplisia. Pada simplisia bung sedap malam bahan-bahan asing seperti bagian bunga yang busuk, daun, batang, serta pengotoran lainnya harus dibuang.
3.       Pencucian
Pencucian dilakukan untuk menghilangkan pengotoran lainnya yang melekat pada bahan simplisia bunga sedap malam. Pencucian dilakukan dengan air bersih, dan di lakukan pada bak atau baskom. Pencucian tidak dapat membersihkan simplisia dari semua mikroba karena air pencucian yang digunakan biasanya mengandung juga sejumlah mikroba. Cara sortasi dan pencucian sangat mempengaruhi jenis dan jumlah rnikroba awal simplisia. Misalnya jika air yang digunakan untuk pencucian kotor, maka jumlah mikroba pada permukaan bahan simplisia dapat bertambah dan air yang terdapat pada permukaan bahan tersebut dapat mempercepat pertumbuhan mikroba.
4.      Pengeringan
Tujuan pengeringan ialah untuk mendapatkan simplisia yang tidak mudah rusak, sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama.
Proses pengeringan ada 2 cara :
·         Pengeringan Alamiah
            Dengan panas sinar matahari langsung. Cara ini dilakitkan untuk mengeringkan bagian tanaman yang relatif keras seperti kayu, kulit kayu, biji dan sebagainya, dan rnengandung senyawa aktif yang relatif stabil.
            Dengan diangin-anginkan dan tidak dipanaskan dengan sinar matahari langsung. Cara ini terutama digunakan untuk mengeringkan bagian tanaman yang lunak seperti bunga, daun, dan sebagainya dan mengandung senyawa aktif mudah menguap.
·         Pengeringan Buatan
Dengan menggunakan suatu alat atau mesin pengering yang suhu, kelembaban, tekanan dan aliran udaranya dapat diatur.
Pada pembuatan simplisia bunga sedap malam yang kami lakukan yang pertama dengan menggunakan oven., karena cuaca di daerah Bogor tidak stabil, namun setelah cuaca cerah kami menggunakan cahaya matahari, dan di tutupi dengan kain yang berwarna putih untuk pengeringan simplisianya.
5.      Sortasi kering
Sortasi setelah pengeringan sebenarnya merupakan tahap akhir pembuatan simplisia. Tujuan sortasi kering untuk memisahkan benda-benda asing seperti bagian-bagian tanaman yang tidak diinginkan dan pengotor-pengotor lain yang masih ada dan tertinggal pada sirnplisia bunga sedap malam kering.
6.      Penyimpanan
Penyimpanan simplisia bunga sedap malam disimpan pada wadah tertutup baik, ditambahkan silika gel agar tidak terjadi kelembaban pada simplisia dalam wadah, terhindar dari sinar matahari langsung, serangga, jamur, dan pengotor lainnya.


BAB V
KESIMPULAN

1)   Simplisia adalah bahan alamiah yang digunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga dan kecuali dinyatakan lain, simplisia merupakan bahan yang dikeringkan. Simplisia di bagi menjadi tiga, yaitu : simplisia nabati, simplisia hewani, dan simplisia mineral.
2)   Proses pembuatan simplisia bunga sedap malam (Polianthes tuberosa) terdiri atas pengumpulan bahan baku, sortasi basah, pencucian, pengeringan, sortasi kering, penyimpanan.























DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 1995. Materia Medika Indonesia Jilid V. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Anonymous. 1992. Prospek Bunga Sedap Malam. p: 160-165. PIP Trubus. Jakarta.
Effendi, K. 1989. Potensi, Tantangan dan Prospek Sedap Malam Sebagai Komoditas Andalan Untuk Agribisnis. p. 277-283. Prosiding Seminar Hortikultura Nasional. Malang.
Rukmana, R. 1995. Sedap Malam. Kanisius. Yogyakarta. 59 pp.


                                                                                       

0 comments:

Posting Komentar