Kamis, 06 Juli 2017

Goa Sanghiang, hariang, kec.Sobang, Lebak, Banten

Haii ngabragers, apa kabar?? Kabar baik tentunya...

Kali ini saya akan bercerita pengalaman saya ke goa sanghiang yang berada di Desa Hariang, Kec.Sobang, Lebak, Banten.
Berhubung saya sedang berada di rumah karena lagi libur pastinya jenuh kalo di rumah terus hehehe maklum mau jalan-jalan kaya orang-orang ga punya duit (boke). Agar saya tidak jenuh saya berlibur di tempat sekitaran rumah saya. Kebetulan saya lihat ada tempat wisata yang mungkin belum lama di buka untuk umum yaitu goa sanghiang. Tahu goa ini saya liat di facebook, penasaran banget sama tempat ini, sebelumnya juga saya belum pernah wisata ke goa.
Saya berangkat ke goa sanghiang menggunakan kendaraan roda dua. Karena jarak dari rumah ke goa sanghiang sekitar 1 jam 30 menit. lokasi wisata dengan rumah saya merupakan tetangga  kecamatannya wkwkwk. Buat yang dari arah rangkasbitung bisa menggunakan mobil elef (kami biasa menyebutnya mobil pees) di terminal rangkasbitung yang ke arah hariang. Dari rumah saya ke lokasi wisata perjalanan nya di manjakan oleh hamparan warna hijau dan jalan yang bekelok-kelok aduhay pokonya hehehheheh.


(pemandangan saat di perjalanan menuju goa sanghiang)

Saya berangkat berdua dengan teman saya, setelah sampai lokasi wisata ternyata lumayan banyak juga yang berkunjung kesana, pengelolaannya cukup baik, karena saat ini masih di kelola oleh masyarakat.
Sampainya di lokasi saya istirahat dulu di saung yang ada di pinggir jalan dekat gerbang masuk lokasi wisata.


Kami berangkat menuju goa sanghiang dengan berjalan kaki, saya gabung dengan rombongan lain karena saya cuma berdua. Oh ya sebelum masuk ke goa sanghiang ada beberapa larangan yang harus di patuhi oleh pengunjung seperti dilarang membuang sampah di dalam goa, berbicara sembarangan, berkunjung pada hari selasa dan jum'at, merusak/mencorat coret dinding goa. Perjalanan menuju goa tidak terlalu jauh sekitar 15 menitan, hanya saja kondisi jalan nya yg berbatu dan berlumpur, tetapi kalo saya lebih suka seperti ini, karena terasa alami.

Di sepanjang perjalanan terdapat beberapa tulisan nama goa, ternyata tidak hanya ada satu goa, tapi masih ada goa yang lainnya.
Saat tiba di mulut goa terdapat lubang tidak terlalu besar dan jika ingin masuk harus menunduk, harus berhati-hati karena takut terkena dinding yang runcing. Diusahakan membawa senter, sepatu/sendal, agar lebih nyaman lagi memakai pelindung kepala, karena goa ini baru di buka pihak pengelola belum menyediakan peralatan yang di butuhkan. Suasana di dalam yang gelap dengan alas tanah merah dan licin dinding-dinding goa yang unik dan begitu megah membuat saya bersyukur bisa menikmati keindahan dalam tanah, karena ini merupakan pertama kali saya masuk ke dalam goa, agar kita lebih aman harus masuk bersama pemandu (kuncen) karena takut tersesat dan ada beberapa goa yang tidak bisa di masuki oleh pengunjung.





Menurut pemandu tidak boleh di masuki karena ada beberapa goa mempunyai benda-benda sejarah dan ada goa yang masih keramat. Di dalam goa juga terdapat mata air yang dapat di minum dan dipakai untuk mencuci muka, namun kita harus tetap menjaga kealamian mata air tersebut. Sekitar 30 menit kita menikmati keindahan di dalam goa ada yang unik dari pintu keluar goa, untuk keluar goa kita dapat menaiki tangga yang dibuat dari bambu, saat menaiki tangga tersebut harus berhati-hati karena licin apa lagi setelah hujan
Untuk masalah harga tiket masuk pada saat saya kesana belum ada, namun kita memberi seiklasnya terhadap penjaga/pemandu goa. Untuk sejaarah goa tersebut saya kurang begitu tahu, kalo penasaran datang ja langsung ya hehehehe

0 comments:

Posting Komentar